Hewan Bercahaya

Monday, 4 March 2013

homas Edison adalah seorang ilmuwan terbesar di dunia. Sekitar seratus dua puluh tahun telah berlalu Imagesejak ia menemukan bola lampu. Dalam masa ini, bola lampu telah menjadi bagian penting kehidupan manusia. Kini, jutaan bola lampu mungil bersama-sama menerangi kota-kota besar di seluruh dunia. Penerangan menjadi suatu simbol penting bagi peradaban ini. Namun, ada sumber penerangan lain. Kita tentunya pernah menjumpai cahaya kecil yang menerangi kegelapan malam hari. Cahayanya begitu kuat dan terang, namun sumber penerangan ini sangatlah berbeda dengan bola lampu. Bahkan ia sama sekali bukanlah benda, melainkan makhluk hidup. Ia adalah seekor kunang-kunang.
Makhluk kecil ini menghasilkan cahaya dalam tubuhnya meski ia tidak memiliki bola lampu. Meskipun tidak menggunakan listrik, ia memiliki teknologi yang jauh lebih hebat. Teknologi ini lebih efektif dari bola lampu yang mampu merubah sepuluh persen saja dari energinya menjadi cahaya, sedangkan sembilan puluh persen sisanya berubah dan hilang menjadi panas. Sebaliknya, kunang-kunang mampu menghasilkan hampir seratus persen cahaya dari energi yang ada. Ini dikarenakan disain sempurna pada sistem penghasil cahaya yang dimilikinya. Tubuhnya berisi zat kimia khusus bernama lusiferin, dan enzim yang disebut lusiferase. Untuk menghasilkan cahaya, dua zat kimia ini bercampur, dan percampuran ini menghasilkan energi dalam bentuk cahaya. Molekul kompleks ini telah didisain secara khusus untuk memancarkan cahaya. Penempatan setiap atom yang membentuk molekul tersebut telah ditentukan sesuai dengan tujuan ini. Tidak ada keraguan bahwa disain biokimia ini bukanlah sebuah kebetulan. Ia sengaja diciptakan secara khusus oleh sang Pencipta.
Tapi, untuk apakah kunang-kunang membuat cahaya melalui teknologi yang sedemikian maju. Untuk menemukan jawaban atas pertanyaan ini, kita harus mengamati lebih dekat sekawanan kunang-kunang. Sekelompok kunang-kunang dalam jumlah besar, hingga ratusan ribu, di malam hari memunculkan pemandangan yang membuat kita seolah sedang berjalan di bawah bintang-bintang. Cahaya ini sangatlah penting bagi kunang-kunang sebagai alat komunikasi. Sepanjang sejarah, manusia telah menggunakan berbagai sarana untuk berkomunikasi. Salah satunya adalah sandi morse, yang terdiri atas kombinasi sinyal panjang dan pendek, dan dipakai pada telegram. Kunang-kunang menggunakan sinyal cahaya untuk berkomunikasi, cara yang menyerupai sandi morse.
Kunang-kunang jantan menyalakan dan memadamkan cahayanya untuk mengirim pesan kepada sang betina. Pesan ini berisi kode tertentu. Dan kunang-kunang betina menggunakan kode yang sama untuk mengirim pesan balasan kepada sang jantan. Sebagai hasil dari pesan timbal-balik ini, sang jantan dan betina mendekat satu sama lain. Sejak saat ia dilahirkan, tiap kunang-kunang mengetahui bagaimana berkirim pesan dengan cara ini, dan bagaimana memahami pesan yang dikirim oleh yang lain. Singkatnya, masing-masing dari ribuan kunang-kunang yang kita lihat bersama di kegelapan malam adalah sebuah keajaiban penciptaan.
ImageSelama beberapa malam di Segitiga Bermuda, pertunjukan cahaya tengah berlangsung. Beberapa saat setelah matahari tenggelam, cahaya yang mempesona muncul di permukaan laut. Cahaya ini berasal dari cacing laut betina yang sedang berada di permukaan. Sang betina mencampurkan dua cairan kimia yang ia hasilkan dalam tubuhnya. Makhluk ini tahu bagaimana menggunakan bahan-bahan kimia untuk memproduksi cahaya dengan cara yang menakjubkan. Hasil akhirnya adalah sebuah pertunjukan cahaya yang mengagumkan. Cacing betina melakukan ini untuk menarik perhatian sang jantan. Makhluk yang sedang mendekat dengan cahaya kecilnya yang terang adalah cacing laut jantan. Sepuluh menit kemudian, permukaan laut telah tertutupi oleh ratusan betina yang memancarkan cahaya terang. Jika bulan keluar dari balik awan dan menerangi permukaan laut, mereka kembali ke kedalaman lautan. Dua puluh menit kemudian pertunjukan ini berakhir.
Jika kita ingin menyaksikan tempat sesungguhnya, di mana binatang menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, maka kita harus pergi ke tempat paling gelap di bumi, yaitu dasar lautan. Kapal selam ini didisain khusus untuk dapat menyelam hingga kedalaman enam ratus meter. Sinar matahari tidak dapat menembus kedalaman di bawah dua ratus meter. Di sinilah tempat paling gelap di bumi. Tekanannya dua puluh kali lebih tinggi dibandingkan di permukaan laut. Anda mungkin berpikir bahwa tak ada yang mampu hidup dalam kondisi ini. Namun sebuah pemandangan menakjubkan muncul ketika terlihat suatu sinyal cahaya dari luar kapal selam. Tiba-tiba muncul cahaya dari kegelapan dasar lautan, dengan kata lain terdapat makhluk-makhluk hidup yang menjawab cahaya dengan cahaya, dan berkomunikasi dengan cara memancarkan cahaya dalam kegelapan ini.
ImageDi dasar lautan terdapat makhluk mengagumkan yang memancarkan cahaya merah. Ia adalah seekor ubur-ubur yang memiliki tubuh lunak dan lembut. Tak satu pun dari mereka memiliki akal atau kecerdasaan. Tidak juga mereka tahu bagaimana cahaya dalam tubuh mereka terbentuk. Pertunjukan cahaya dari spesies lain yang berada di bagian lebih atas menyerupai pertunjukan karya seni. Pertunjukan ini dapat dinikmati sepenuhnya setelah lampu kapal selam dimatikan. Pemandangan yang muncul adalah beragam makhluk mempesona yang bersinar dengan cahaya yang dihasilkannya sendiri. Oleh karenanya, pertunjukan cahaya ini, yang datang dari ratusan meter di bawah permukaan laut, sebenarnya mengungkapkan kepada kita akan kekuasaan sang Pencipta. Dia menciptakannya secara khusus. Segala sesuatu di darat dan di laut adalah kepunyaan-Nya. Dan Dia memiliki ilmu dan pengetahuan yang tak terbatas.
Sumber : "http://www.harunyahya.com

Metamorfosis pada Hewan


Apakah Metamorfosis itu ?
Dari sekian banyak hewan yang ada di dunia ini, ada beberapa hewan yang hidupnya harus melewati beberapa tahapan berbeda sebelum menjadi dewasa. Tahapan tersebut bisa terlihat dari perubahan bentuk tubuh hewan. Tahapan-tahapan ini disebut juga dengan "Metamorfosis". Hewan yang mengalami metamorfosis cukup banyak, di antaranya adalah Katak, Kupu-kupu dan serangga. Sebelum mengetahui tahapan metamotphosis pada katak, kupu-kupu dan serangga. sebaiknya kita mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis metamorphosis. Apa saja jenis metamorphosis dan proses metamorphosis pada hewan?
Jenis-jenis metamorphosis
  1. Metamorphosis tidak sempurna
    ImageMetamorphosis tidak sempurna umumnya terjadi pada hewan jenis serangga seperti capung, belalang, jangkrik dan lainnya. Mengapa dikatakan tidak sempurna ? Jawabannya adalah karena hewan tersebut hanya melewati 2 tahapan, yaitu dari telur menjadi nimfa kemudian menjadi hewan dewasa.
  2. Metamorphosis sempurna
    Metamorphosis sempurna kebalikan dari metamorphosis sempurna. Contoh proses metamorphosis sempurna terjadi pada katak dan kupu-kupu. Seperti terlihat pada gambar di bawah.
Metamorfosis Katak
ImagePada awalnya, katak betina dewasa akan bertelur, kemudian telur tersebut akan menetas setelah 10 hari. Setelah menetas, telur katak tersebut menetas menjadi Berudu. Setelah berumur 2 hari, Berudu mempunyai insang luar yang berbulu untuk bernapas. Setelah berumur 3 minggu insang berudu akan tertutup oleh kulit. Menjelang umur 8 minggu, kaki belakang berudu akan terbentuk kemudian membesar ketika kaki depan mulai muncul. Umur 12 minggu, kaki depannya mulai berbentuk, ekornya menjadi pendek serta bernapas dengan paru-paru. Setelah pertumbuhan anggota badannya sempurna, katak tersebut akan berubah menjadi katak dewasa.
Metamorfosis Kupu-kupu
ImagePertama-tama, kupu-kupu akan bertelur. Telur tersebut akan menetas menjadi Larva (ulat), ulat tersebut akan berubah bentuknya menjadi panjang. Ulat tersebut nantinya akan menempel pada pohon dan daun-daunan sehingga menjadi kepompong. Setelah beberapa lama, dari kepompong tersebut akan keluar seekor kupu-kupu yang masih muda. Kemudian tidak berapa lama menjadi kupu-kupu dewasa.




Daur Hidup Cacing Hati (Fasciola hepatica)

Fasciola hepatica (Cacing hati) merupakan anggota dari Trematoda (Platyhelminthes / cacing pipih).

waktu belajar di tempat bimbel, diajaran nih cara cepat buat hafal daur hidupnya :D 


TANTE MIRA SPORT RENANG CELANANYA MERAH CERAH

tanTE : TELURMIRA : MIRASIDIUMSPORT : SPOROKISTA REnang : REDIA CElananya : CERKARIA MErah CErah : METACERKARIA

terus ini nih tambahan pengetahuan dari wikipedia :D 
acing ini tidak mempunyai anus dan alat ekskresinya berupa sel api. Cacing ini bersifat hemaprodit, berkembang biak dengan cara pembuahan sendiri atau silang, jumlah telur yang dihasilkan sekitar 500.000 butir. Hati seekor domba dapat mengandung 200 ekor cacing atau lebih. [3] Karena jumlah telurnya sangat banyak, maka akan keluar dari tubuh ternak melalui saluran empedu atau usus bercampur kotoran. Jika ternak tersebut mengeluarkan kotoran, maka telurnya juga akan keluar, jika berada di tempat yang basah, maka akan menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Larva tersebut akan berenang, apabila bertemu dengan siput Lymnea auricularis akan menempel pada mantel siput. Di dalam tubuh siput, silia sudah tidak berguna lagi dan berubah menjadi sporokista. Sporokista dapat menghasilkan larva lain secara partenogenesis yang disebut redia yang juga mengalami partenogensis membentuk serkaria. Setelah terbentuk serkaria, maka akan meninggalkan tubuh siput dan akan berenang sehingga dapat menempel pada rumput sekitar kolam/sawah. Apabila keadaan lingkungan tidak baik, misalnya kering maka kulitnya akan menebal dan akan berubah menjadi metaserkaria. Pada saat ternak makan rumput yang mengandung metaserkaria, maka sista akan menetas di usus ternak dan akan menerobos ke dalam hati ternak dan berkembang menjadi cacing muda, demikian seterusnya.

Achatina fulica (Bekicot)

Achatina merupakan hewan bertubuh lunak (Moluska) yang tidak memiliki tulang belakang. tubuhnya dilindungi oleh cangkang dari bahan kapur yang kuat dan didalmnya mengandung lapisan mutiara .Cangkang bekicot terpilin Spiral (Body whorl) dengan jumlah putaran tujuh ,bentuk cangkang Fusiform ,tidak memiliki tutup cangkang (Operculu) .warna cangkang coklat dengan pola-pola garis gelap di permukaan nya.

SISTEMATIKA
Kingdom : Animalia
Subphylum : Avertebrata
Phylum : Moluska
Kelas : Gastropoda
Sub kelas : Pulmonata
Ordo : Stylomatophora
Family : Achatinidae
Genus : Achatina
Spesies : Achatina fulica


A.Inspectia / Morfologi

Keterangan:
1.Apex(Posterior)
2.Anteriior
3.Body Whorl
4.Sutura
5.Tentakel 1 (Apertura)
6.Stigma
7.Kemoreseptor
8.Podium (Kaki)
9.Porus genitalis
10.Rima oris (Celah mulut)

Gambar 1 : Morfologi Umum Achatina Fulica 

a.Bagian Kepala (Caput) ,terdapat :
- Photoreseptor (Sepasang Tentakel yang panjang ,tegak ke atas), sebagai alt penerima rangsang cahaya karena memiliki Stigma ( mata di ujung tetakel,berbentuk bulat) dan Stylus (Tungkai tentakel) yang dapat dijulurkan dan ditarik
- Khemoreseptor (Tentakel pendek ,sepasang ,mengarah ke bawah ) sebagi alat penerima sensor kimiawi sekaligus sebagai alat peraba
- Rima Oris (Celah mulut) ,tepinya bergigi halus (Radula) .untuk membuktikannya ,perlu mulutnya diraba dengan ujung jari
b.Kaki perut (Gastropodos) ,lebar dan pipih ,sebagai alt gerak ,memiliki banyak kelenjar penghasil mucus (Lendir).bagian Muskuler ini dapt di Konsumsi
c.Anus (Muara saluran cerna ) .nampak jelas
d.Porus Genitalis (Muara organ genitalia) ,terletak di bagian Photoreseptor ,berfungsi untuk lewatnya penis pada saat Kopulasi .

B.SITUS VISCERUM /ANATOMI
1.Systema respiratorium (Sistem Pernafasan)
- Pallium (atap dinding rongga dalam perut) ,berfungsi sebagai paru-paru ,pertukaran udara berlangsung pada bagian vassa-vassa.
2.Systema Cardiovasculare (Sistem peredaran darah 
- Cor (Jantung) terdiri dari 2 ruangan yaitu atrium (Warna kunung kemerahan) dan Ventrikel (Warna putih)
3.Systema Digestorium (System pencernaan makanan) meliputi:
a.Tractus digestivus (Saluran pencernaan) meliputi:
- Cavum Oris (Rongga mulut) ,tampak menggembung ,bagian pangkalnya dilingkari oleh gelang saraf
- Esophagus (Ketongkongan) ,melebar dan relatof panjang
- Ventriculus (Lambung) ,bulat berlekatan dengan kelenjar pencernaan
- Intestinum (Usus) aluran keluar Ventrikulus ,terletak di dasar pallium
- Anus (Muara keluar saluran)
4.Systema Urogenitalis (Sistem kencing dan kelamin)
■ Organa ropetica
- Nephridium (Ginjal sederhana ) erletak antara Pallium dan Intestinum,bulat memanjang ,permukaannya seperti berlekuk halus
■ Organa genitalia ;tipe HERMAPHODITE (Organ reproduksi berumah satu)
Ovotestis -- (Organ Ovarium dan testis dalam satu tempat)berwarna putih kekuningan,terdiri dari beberapa Lobus ,melekat di permukaan hepatopancreas,merupakan organ penghasil sel telur (OVA)dan sperma sekaligus)
^ Ductus hermaphroditicus -- ,merupakan saluran keluar sel telur dan sperma secara bersama dari Ovotestis ,berkelok-kelok spiral,warna kekuningan ,sel telur dan sperma sekaligus)
Oviduct (Saluran telur) -- ,Saluran yang menanmpung hanya sel telur saja ,berbentuk lurus dan transparan ,bermuara pada atrium genitale ,letaknya berimpit denagn Epididymis
Epididymis (Ductus Spermatycus) -- Saluran sperma saja ,berbentuk berkelok-kelok padat.melanjutkan didi menjadi saluran yang lurus yaitu vas deferens dan bermuara di atrium genitale
Glandula albuminosa --(Kelenjar albumin),Warna kuning pucat ,ukuran kecil pada saat reproduksi dan menjadi sangat besar jika sedang ggravid (Masa bertelur).Berfungsi memberikan lapisan ALBUMIN (Putih telur paada tiap butir ovum yang masuk ke Oviduct.
Spematheca (Kantung sperma ) -- Berwarna merah ,terletak menempel di batas antara epididymis dan Vas deferens ,berfungsi menampung sperma dari bekicot lain setelah Kopulasi
Ductus genitale (Saluran menuju Spermatecha ) -- Merupakan ruang muara bersama dari Oviduct,vas deferens ,Ductus Spermatechalis dan penis
Musculus retractor penis -- Oto yang menarik penis
Penis berwarna kekuningan ,merupakan alat kopulasi ,tersusun dari otot,difungsikan dengan cara seperti membuka kaos kaki .

Hewan Hermaphrodite tidak dapat dibedakan antara jantan dan betina nya ,karena tiap Individu memproduksi Ova dan Sperma sekaligus.sperma dari Tubuh bekicot tidak dapat dibuahi sel telur yang diproduksinya sendiri .Untuk pembuahan telur diperlukan adanya pertukaran sperma denagn bekicot lain melalui kegiatan Kopulasi .


Gambar 2 : Struktur Anatomi Achatina fulica 

- Pallium
- Cor : atrium
Ventrikel
- Nephridium
- Cavum oris
- Esophagus
- Ventriculus
- Intestinum
- Anus
- Hepatopancreas
- Ovotestis
- Ductus hermaphroditicus
- Glandula albuminosa
- Ductus Spermaticus (Epydidymis)
- Vas deferens
- Oviduct
- Spermatheca
- Ductus Spermathecalis
- Atrium genitale
- Musculus retractor penis
- Penis
- Porus Genitalis

Manfaat Tidur yang Cukup

Thursday, 7 February 2013
BANYAK manfaat yang bisa didapatkan dari tidur cukup di malam hari. Tidur bukan hanya sekedar kebutuhan, namun lebih dari itu, tidur malam yang cukup sebenarnya banyak mendatangkan manfaat bagi kesehatan.

Dalam situs Times of India disebutkan bahwa tidur malam yang cukup banyak mendatangkan manfaat bagi tubuh. Tidur dikatakan sebagai penghilang stres yang besar dan juga meningkatkan produktifitas dalam berkegiatan.

Dengan tidur cukup pada malam hari serangan depresi atau kecemasan dapat berkurang. Oleh karena itu sangat penting untuk menempatkan tidur yang cukup di malam hari sebagai prioritas.

Tidur yang cukup dapat meningkatkan memori. Jika Anda mengalami kesulitan berkonsentrasi di tempat kerja, kemungkinannya adalah bahwa Anda kurang tidur. Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa kurangnya waktu tidur dapat menyebabkan masalah pada daya ingat.

Salah satu manfaat besar yang diperoleh dari tidur malam yang cukup, adalah membantu dalam menjaga ketahanan tubuh. Saat sedang tidur tubuh menghasilkan molekul protein tambahan yang memperkuat kemampuan untuk melawan infeksi agar tetap sehat.

Tidur tidak hanya memiliki fungsi yang sederhana seperti menghilangkan rasa kantuk, namun selain hal yang disebutkan di atas, tidur juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.